Minggu, 09 Juni 2013

Enjoy Ajaa...


”Kalau engkau kaya, senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan untuk mengerjakan yang sulit-sulit”Dan jika engkau fakir miskin, senangkan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa, penyakit kesombongan yang selalu menimpa orang kaya. Senangkanlah hatimu karena tak ada orang yang akan hasad dan dengki kepada engkau lagi, lantaran kemiskinanmu...”

Kalau engkau masih muda remaja, senangkanlah hatimu! Karena pohon pengharapanmu masih subur, dahan-dahannya masih rindang dan rimbun. Tujuan kenang-kenangan masih jauh. Sebab umurmu masih muda, mudahlah bagimu menjalankan mimpi menjadi kejadian yang sebenarnya.
Dan kalau engkau telah tua, senankan pulalah hatimu! Karena engkau telah terlepas dari medan pertempuran dan perjuangan yang sengit, dan engkau telah beroleh beberapa ilmu yang dalam-dalam di dalam sekolah hidup.

Kalau badanmu sehat, senangkanlah hatimu! Tandanya telah nyata pada dirimu kekayaan Tuhan dan

kemuliaan nikmat-Nya, lantaran badan yang sehat mudahlah engkau mendaki bukit kesusahan dan menempuh padang kesulitan.
Dan kalau engkau sakit, senangkan pulalah hatimu! Karena sudah ternyata bahwa dirimu adalah medan tempat dimana perjuangan diantara dua alam yang dijadikan Tuhan, yaitu kesehatan dan kesakitan. Kemenangan akan terjadi pada salah satu yang kuat, kesembuhan mesti datang sesudah perjuangan itu, baik kesembuhan dunia, ataupun kesembuhan yang sejati.

Dan jika engkau mencintai tetapi cintamu tak berbalas, senangkan jugalah hatimu! Karena sesungguhnya orang mengusir akan jatuh kasihan dan ingin kembali kepada orang yang diusirnya itu setelah dia jauh dari matanya ; dia akan cinta, yang lebih tinggi derajatnya daripada cinta lantaran hawa. Terpencil jauh membwa keuntungan insaf, kebencian meruncingkan cita-cita dan membersihkan perbuatan. Sehingga lantaran itu hati akan bersih, laksana bejana kaca yang penuh berisi air khulud, air kekal yang dianugerahkan Tuhan. Dengan sebab itu, kalau tak ada pada insan, akan ada pada yang lebih kekal dari pada insan. Bersedialah menerima menyuburkan cinta, walaupun bagaimana besarnya tanggunganmu, karena cinta memberi dan menerima, cinta itu gelisah, tetapi membawa tenteram. Cinta mesti lalu dihadapanmu, sayang engkau tak tahu bila lalunya. Hendaklah engkau jadi orang besar, yang sanggup memikul cinta yang besar. Kalau tak begitu, engkau akan beroleh cinta yang rendah dan murah, engkau menjadi pencium bumi, engkau akan jatuh ke bawah, tak jadi naik ke dalam benteng yang kuat dan teguh, benteng yang gagah perkasa yang sukar tertempuh oleh manusia biasa. Karena tugu cita-cita hidup itu berdiri diseberang kekuasaan dan kemelaratan yang diletakkan oleh kerinduan kita sendiri.
Merasa tenteramlah selalu, senangkaniah hatimu atas semua keadaanmu, karena pintu bahagia ketentereman itu amat banyak tak terbilang, kesulitan perjalanan hidup kian menit kian baru.
Merasa senanglah selalu! Merasa tenteramlah!
Itulah sebagian kutipan :Dalam bukunya, Tasauf Modern, Prof. Hamka pernah menyalin sebuah artikel karya Al-Anisah Mai berjudul ”Kun Sa’idan”. Artikel itu diindonesiakan dengan judul: ”SENANGKANLAH HATIMU!!’”
Tulisan tersebut mengingatkan ana bahwa kehidupan seorang muslim itu sungguh menakjubkan karena diliputi kebaikan-kebaikan. Jika diberi nikmat dia bersyukur dan itu sebuah kebaikan. Apabila diberi musibah dia bersabar, itu juga sebuah kebaikan. Sebuah pesan yang akan membuat diri tegar dan kuat terhadap setiap problematika kehidupan. Mampu menguatkan mental sehingga mampu menguatkan pribadi agar selalu tetap berdiri, walaupun jalan yang di lalui itu berliku-liku. Sehingga, 
Apabila keluh kesah itu menghinggapi diri kita, maka kata- kata ”semangatlah”yang keluar ketika ujian itu menghadang, karena apapun ketetapan dari allah semuanya itu mempunyai tujuan yang baik selama kita bisa memandang dengan hati dan fikiran yang jernih..(arf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar