Pengajian
bulanan di at taqwa gmf siang tadi sangat mengesankan, karena pematerinya
adalah Ahmad Gozali, beliau adalah seorang
perencana keuangan profesional yang sudah cukup lama dan berpengalaman dalam
bidang perencanaan keuangan serta konsultan Ekonomi Syariah., buku terbarunya
adalah “Habiskan Saja Gajimu” Tema kali ini adalah “ Bagaimana islam mengelola
harta agar berkah dunia akherat”
Sekitar 1 jam beliau menyapaikan materinya,
dimulai dari kisah nabi Muhammad SAW bagaimana Rosulullah mengelola keuangannya
disepanjang hidupnya, kemudian beliau menjelaskan tentang investasi, memberikan
jawaban atas pertanyaan mendasar dari masyarakat yang masih awam dengan
investasi syariah, apa saja yang membedakan produk-produk keuangan syariah dari
produk konvensional, dan apa bedanya
bunga dan bagi hasil.. dari penjelasan beliau membuatku semakin yakin menggunakan produk keuangan syariah.. bahkan dlm (QS. Al-Baqarah: 275-279) serta Fatwa MUI No.1 Tahun 2004 pun sudah cukup jelas.
bunga dan bagi hasil.. dari penjelasan beliau membuatku semakin yakin menggunakan produk keuangan syariah.. bahkan dlm (QS. Al-Baqarah: 275-279) serta Fatwa MUI No.1 Tahun 2004 pun sudah cukup jelas.
Yg paling menarik bagi saya, Pak Ahmad Gozali diujung materinya mengangkat sebuah buku
warna putih berjudul “Habiskan
Saja Gajimu” Diriku yg
duduk persis didepan beliau dalam hati berkata, “judul bukunya nyeleneh, masak diiminta untuk menghabiskan seluruh
penghasilan tiap bulan”.
Rasa penasaranku membuatku tuk memperhatikan dengan seksama.
Kemudian beliau ungkapkan sebuah alasan di masyarakat seperti ini :
Itulah kenyataannya!! Makanya di ubah mindset nya !! “kata beliau..
Kalau sebelumnya kita selalu
berpikir untuk MENYISAKAN uang atau pendapatan tiap bulannya untuk kemudian
ditabung yg urutanya seperti ini : (“ Sambil beliau memperlihatkan slide nya”)
1. Biaya hidup (makan, transportasi, biaya sekolah
anak, dll)
2. Cicilan
hutang (cicilan KPR, cicilan kendaraan, dll)
3. Saving (membeli emas, membayar premi asuransi,
dll)
4. Pengeluaran sosial (zakat/infak/sedekah, atau
pengeluaran yang sifatnya berderma)
Makanya di rubah urutannya yg pertama adalah
1.
Pengeluaran social
2.
Cicilan hutang
3.
Saving, dan yang
terakhir
4.
Biaya hidup
Kalau dilihat memang
sejalan yang disampaikan Ust. Yusuf Mansur yang pernah ngasih materi beberapa
bulan sebelumnya dimasjid ini juga mengenai “Sedekah” di mana penghasilan yang
kita terima lebih dulu dipotong untuk zakat atau sedekah. Tujuannya tentu agar
ini menjadi kebiasaan sehingga kita selalu mendahulukan kepentingan agama di
atas kepentingan diri sendiri.
Sedangkan untuk cicilan hutang dan saving,
ditempatkan sebelum biaya hidup tentunya agar tidak menyusahkan diri di
kemudian hari. Karena kalau hutang terlambat bayar, bisa kena denda atau bahkan debt-collector yang
datang, bisa stress. Sedangkan untuk saving, kalau diletakkan
setelah biaya hidup maka besar kemungkinannya tidak bisa dilaksanakan karena
umumnya biaya hidup ini susah terkontrol, terlebih kitanya terkenal dengan konsumtif,
jadilah saving hanya
sisa pengeluaran – itupun kalau ada yang tersisa.
Dan yang terakhir, biaya
hidup diletakkan di akhir, karena biaya hidup cenderung dapat kita pilih dan
kita kendalikan, misalnya dari jenis dan harga makanan yang kita makan tiap
harinya, dan sebagainya..
Baca tuntas buku
ini,maka mindset anda dalam mengelola keuangan akan berubah!! “sambil promosi
memperlihatkan kembali bukunya” yg pengen kenal bisa follow twitternya @ahmadgozali
Home

Tidak ada komentar:
Posting Komentar