Rabu, 29 Mei 2013

Habiskan Saja Gajimu

Pengajian bulanan di at taqwa gmf siang tadi sangat mengesankan, karena pematerinya adalah Ahmad Gozali, beliau adalah seorang perencana keuangan profesional yang sudah cukup lama dan berpengalaman dalam bidang perencanaan keuangan serta konsultan Ekonomi Syariah., buku terbarunya adalah “Habiskan Saja Gajimu” Tema kali ini adalah “ Bagaimana islam mengelola harta agar berkah dunia akherat”
Sekitar 1 jam beliau menyapaikan materinya, dimulai dari kisah nabi Muhammad SAW bagaimana Rosulullah mengelola keuangannya disepanjang hidupnya, kemudian beliau menjelaskan tentang investasi, memberikan jawaban atas pertanyaan mendasar dari masyarakat yang masih awam dengan investasi syariah, apa saja yang membedakan produk-produk keuangan syariah dari produk konvensional, dan apa bedanya
bunga dan bagi hasil.. dari penjelasan beliau membuatku semakin yakin menggunakan produk keuangan syariah.. bahkan dlm (QS. Al-Baqarah: 275-279) serta Fatwa MUI No.1 Tahun 2004 pun sudah cukup jelas.
Yg paling menarik bagi saya, Pak Ahmad Gozali diujung materinya mengangkat sebuah buku warna putih berjudul “Habiskan Saja Gajimu” Diriku yg duduk persis didepan beliau dalam hati berkata, “judul bukunya nyeleneh, masak diiminta untuk menghabiskan seluruh penghasilan tiap bulan”.
Rasa penasaranku membuatku tuk memperhatikan dengan seksama.
Kemudian beliau ungkapkan sebuah alasan di masyarakat seperti ini :
Kalau saja penghasilan saya lebih besar,tentunya masalah keuangan ini akan cepat selesai” “Kalau gaji saya sudah naik,baru deh saya bisa nabung dengan rutin” ini adalah  alasan yang sebagian besar orang yang mengadapi persoalan (kekurangan uang). Banyak keluarga yang mengeluh dan stress dalam mengatur keuangan mereka karena lebih sering “tekor” diakhir bulan ketimbang bersisa.
Itulah kenyataannya!! Makanya di ubah mindset nya !! “kata beliau..
Kalau sebelumnya kita selalu berpikir untuk MENYISAKAN uang atau pendapatan tiap bulannya untuk kemudian ditabung yg urutanya seperti ini : (“ Sambil beliau memperlihatkan slide nya”)
1.      Biaya hidup (makan, transportasi, biaya sekolah anak, dll)
2.       Cicilan hutang (cicilan KPR, cicilan kendaraan, dll)
3.      Saving (membeli emas, membayar premi asuransi, dll)
4.      Pengeluaran sosial (zakat/infak/sedekah, atau pengeluaran yang sifatnya berderma)
Makanya di rubah urutannya yg pertama adalah
1.      Pengeluaran social
2.      Cicilan hutang
3.      Saving, dan yang terakhir
4.      Biaya hidup
Kalau dilihat memang sejalan yang disampaikan Ust. Yusuf Mansur yang pernah ngasih materi beberapa bulan sebelumnya dimasjid ini juga mengenai “Sedekah” di mana penghasilan yang kita terima lebih dulu dipotong untuk zakat atau sedekah. Tujuannya tentu agar ini menjadi kebiasaan sehingga kita selalu mendahulukan kepentingan agama di atas kepentingan diri sendiri.
Sedangkan untuk cicilan hutang dan saving, ditempatkan sebelum biaya hidup tentunya agar tidak menyusahkan diri di kemudian hari. Karena kalau hutang terlambat bayar, bisa kena denda atau bahkan debt-collector yang datang, bisa stress. Sedangkan untuk saving, kalau diletakkan setelah biaya hidup maka besar kemungkinannya tidak bisa dilaksanakan karena umumnya biaya hidup ini susah terkontrol, terlebih kitanya terkenal dengan konsumtif,  jadilah saving hanya sisa pengeluaran – itupun kalau ada yang tersisa.
Dan yang terakhir, biaya hidup diletakkan di akhir, karena biaya hidup cenderung dapat kita pilih dan kita kendalikan, misalnya dari jenis dan harga makanan yang kita makan tiap harinya, dan sebagainya..
Baca tuntas buku ini,maka mindset anda dalam mengelola keuangan akan berubah!! “sambil promosi memperlihatkan kembali bukunya” yg pengen kenal bisa follow twitternya @ahmadgozali




Tidak ada komentar:

Posting Komentar